JK Rowling Membuktikan Bahwa Keterpurukan Bukan Halangan untuk Sukses!

Di dalam suatu masa di kehidupan manusia, ada kalanya manusia akan menjadi terpuruk dan merasa seolah tak berarti dikarenakan berbagai masalah yang menghampirinya. Tidak jarang banyak pula yang kemudian terlintas pikiran untuk bunuh diri dikarenakan masalah pelik yang menyebabkan terjadinya depresi yang berkepanjangan. Sebagaimana manusia normal lainnya, ternyata JK Rowling, penulis terkenal yang berhasil menulis buku seri Harry Potter, termasuk seseorang yang pernah menghadapi masalah yang sama. Namun JK Rowling membuktikan bahwa msalah dan juga keterbatasan bukan halangan besar baginya untuk sukses dan meraih kehidupan yang jauh lebih baik.


JK Rowling Membuktikan Bahwa Keterpurukan Bukan Halangan untuk Sukses! :: PortalBisnisBersama

Depresi Klinis

Sebelum meraih kesuksesan melalui karya-karya Harry Potter-nya yang begitu mendunia dan juga fenomenal, pemilik nama asli Joanne Rowling ini sempat mengalami masalah berat yang diakibatkan oleh perceraian, masalah menjadi orang tua tunggal, kemiskinan dan juga ditambah dengan kesedihan mendalam akibat meninggalnya sang bunda. Pada saat fase terendah di dalam hidupnya itulah JK Rowling didiagnosa menderita depresi klinis dan sempat berpikir untuk bunuh diri. Di tahun 1994 tersebut kesedihan dan juga depresi mendalam yang dialaminya membuatnya menciptakan karakter Dementor, makhluk yang menyedot jiwa manusia sampai mati. Ketika itu memang proses kreatif Harry Potter sudah berlangsung dan dalam keadaan jiwa yang tidak stabil Rowling terus berproses untuk meneruskan novelnya.

Lahirnya Harry Potter

Proses kelahiran novel seri penyihir Harry Potter bukanlah merupakan proses langsung jadi. Banyak aspek di dalam kehidupan JK Rowling yang kemudian mengilhami kelahiran novel fenomenal yang juga sudah dibuat seri filmnya tersebut. Ide awal penulisan novel tentang penyihir yang di dalam layar lebar diperankan oleh Daniel Radcliffe tersebut muncul sekitar tahun 1990 ketika Rowling yang saat itu bekerja sebagai staf Amnesti Internasional sedang menunggu kereta ai yang terlambat datang dari Manchester menuju ke London. Dalam proses penyelesaian novel edisi pertama Harry Potter, Rowling sedang berada di bawah tanggungan pemerintah dikarenakan tidak memiliki pekerjaan dan dalam kondisi terburuknya. Ketika itu putrinya dari pernikahannya dengan seorang berkebangsaan Portugal sedang di ambang kehancuran dan Rowling tinggal di dekat saudara perempuannya di Edinburg.

Hal yang juga menarik mengenai proses kreatif buku penyihir ini adalah bahwa Harry Potter seri pertama ditulis di kafe-kafe dimana putri kecilnya tertidur. Setelah karya seri Harry Potter menjadi begitu dikenal di seluruh dunia, maka imbasnya adalah kafe-kafe yang digunakan oleh JK Rowling untuk menulis karyanya menjadi ikut terkenal dan banyak dikunjungi oleh para pecinta cerita Harry Potter.

Wanita Pertama yang Sukses Menjadi Milyarder karena Menulis

Setelah perjuangan panjangnya selama melakukan proses kreatif dengan buku-buku seri Harry Potternya, pada akhirnya JK Rowling memperoleh kesuksesan yang luar biasa. Bahkan majalah Forbes menobatkannya sebagai orang pertama yang berhasil menjadi milyarder karena menulis buku pada tahun 2004 dan JK Rowling termasuk sebagai salah satu wanita terkaya di dunia. Banyak penghargaan yang diterima oleh JK Rowling. Dengan segala masa lalunya yang buruk dan juga catatan kehidupannya yang tidak mulus, JK Rowling mampu membuktikan bahwa masalah dan juga segala keterbatasan bukanlah halangan untuk sukses.


Share on Google Plus

About Muhammad Furqan

Selamat datang di Portal Bisnis Bersama Temukan berbagai info menarik dan asik untuk di simak,Kami memberikan semua informasi menarik, terupdate, dan yang sedang banyak di bicarakan saat ini