Perjalanan Karir Seorang Dian Sastrowardoyo

Dian Paramita Sastrowardoyo merupakan artis berbakat dan juga cantik yang digemari oleh banyak orang, khususnya kaum pria. Dian Sastrowardoyo atau yang biasa dipanggil Dian Sastro lahir pada 16 Maret tahun 1982 di Jakarta. Dian Sastro beragama Islam setelah sebelumnya dia beragama Katolik. Anak tunggal dari Ariawan Rusdianto Sastrowardoyo dan Dewi Parwati Setyorini memulai awal karirnya dengan menjadi juara 1 gadis sampul pada tahun 2006. 

Perjalanan Karir Seorang Dian SastrowardoyoCucu dari seorang tokoh pergerakan Nasional, Prof. Mr. Sunario Sastrowardoyo ini juga mulai melebarkan sayap ke dunia perfilman dengan membintangi film pertamanya karya Rudi Sujarwo yang berjudul Bintang Jatuh yang rilis pada tahun 2000 bersama lawan mainnya, Marcella Zalianty, Gary Iskak dan Indra Birowo. Setelah sukses dengan film pertamanya, pada tahun 2001, Dian Sastro beradu akting dengan aktris senior papan atas, yaitu Christine Hakim, Slamet Rahardjo dan Didi Petet dalam film Pasir Berbisik. Melalui film ini, Dian Sastro berhasil menyabet piala penghargaan dari Festival Film International Singapura sebagai pemeran wanita terbaik pada tahun 2002 dan Festival Film Asia di Deauville, Perancis pada tahun 2002. Perfilman Indonesia waktu itu sempat meredup dan tahun 2002, Dian Sastro hadir dalam film Ada Apa Dengan Cinta (AADC) beradu akting dengan aktor tampan, Nicholas Saputra yang membuat film-film Nasional bangkit kembali.

Selain film-film yang pernah dibintanginya, Dian Sastro pun juga pernah membintangi salah satu serial televisi dengan judul Dunia Tanpa Koma yang tayang di salah satu stasiun televisi swasta. Selain berkarir di dunia akting, Dian sastro juga berkarir sebagai presenter pembawa acara sebuah kuis, Super Miliarder 3 Miliar di salah satu stasiun televisi swasta. Berkarir di dunia presenter lantas tidak membuat Dian Sastro melupakan bakatnya di dunia akting. Dia kembali membintangi sebuah film Indonesia yang berjudul Drupadi. Selain bermain peran dalam film Drupadi, Dian Sastro juga memproduseri sendiri film tersebut. Wanita lulusan Filsafat di Universitas Indonesia itu kembali bermain film dengan Nicholas Saputra di film yang berjudul 3 Doa 3 Cinta. Film tersebut merupakan film religius yang disutradarai oleh Nurman Hakim dan berhasil meraih penghargaan Grand Prize of The International Jury.

Meskipun berasal dari keluarga Broken Home karena perceraian kedua orang tuanya semenjak Dian berusia 3 tahun, tak menyurutkan semangat Dian Sastro untuk terus berkarir. Pada tahun 1995, ayahnya pun meninggal, tetapi hal tersebut tidak membuat sedih Dian Sastro karena dia tidak begitu mengenal sosok ayahnya. Ayahnya dahulu dikenal pemabuk dan malas, oleh karena itu Dian memang kurang mengenal sosok ayahnya. Walaupun begitu, Dian Sastro tetap terus melangkah dengan menerima kesempatan sebagai brand Ambassador L’oreal mewakili Asia Tenggara di Cannes Film Festival, Perancis pada tahun 2012. Kerja kerasnya yang selama ini dia lakukan selama bertahun-tahun dari nol ternyata mendulang kesuksesan hingga sekarang.



Share on Google Plus

About nanda fr

Selamat datang di Portal Bisnis Bersama Temukan berbagai info menarik dan asik untuk di simak,Kami memberikan semua informasi menarik, terupdate, dan yang sedang banyak di bicarakan saat ini