Jika Bisnis Gagal, Coba Lagi atau Ganti Baru?

Kegagalan adalah hal yang sering dialami oleh pebisnis. Pasti semua orang juga tahu bahwa seorang enterpreneur tidka boleh menyerah dan putus asa ketika gagal. Namun yang membuat dilema adalah haruskan kita bangkit dengan meneruskan bisnis lama yang sudah gagal, atau memulai bisnis baru. Jadi, kita mempunyai dua opsi ketika mengalami kegagalan dalam berbisnis. Pertama, kita bisa memulai lagi dari awal bisnis yang sama. Kedua, kita bisa mencoba menggeluti bisnis baru. Manakah solusi yang lebih baik? Keduanya bisa saja merupakan jawaban dari permasalahan yang kita hadapi. Sebagai seorang entrepreneur, Anda tidak  boleh tergesa-gesa dalam mengambil keputusan yang besar. Memang benar, ada saatnya Anda harus bertindak cepat menyikapi permasalah yang ada. Namun dalam hal ini, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan.

Mengevaluasi Penyebab Kegagalan

Jika Bisnis Gagal, Coba Lagi atau Ganti Baru?
Hal pertama kali yang harus dilakukan adalah mengevaluasi penyebab kegagalan tersebut. Ada puluhan faktor yang menyebabkan kita mengalami kerugian. Setelah dianalisis, misalnya kita gagal karena kurangnya kemampuan untuk mengatur keuangan. Jika hal ini yang terjadi, percuma saja Anda banting stir melakoni bisnis baru. Nanti Anda kan mengalami hal yang sama juga selama masalah manajemen keuangan belum di atasi. Jadi solusi yang paling baik adalah memperbaiki permasalahan akarnya yaitu masalah manajemen keuangan. Kemudian lanjutkan bisnis lama Anda dengan manajemen yang baru. Contoh lain adalah ketika misalnya Anda gagal dalam menjalankan bisnis fotokopi. Sayang sekali jika Anda kemudian memilih mengganti bisnis yang sudah dijalani. Akan dikemanakan mesin fotokopi yang sudah Anda beli dengan harga belasan bahkan puluhan juta rupiah? Sayang sekali jika mesin tersebut harus dijual. Seperti yang sudah disebutkan di atas, lakukan evaluasi. Apabila yang terjadi adalah sepinya pelanggan, mungkin Anda perlu melakukan survey kepada customer atau orang-orang yang pernah memakai produk dan jasa Anda. Dengan melakukan survey, Anda dapat mengetahui alasan kenapa customer tidak puas. Bisa jadi, mungkin alasan di balik sepinya pelanggan tidak terletak pada buruknya pelayanan. Mungkin sudah banyak bisnis serupa di sekitar Anda. Hal ini juga tidak bisa menjadi alasan Anda harus memulai bisnis baru. Jika penyebab kegagalan adalah karena kalah dalam persaingan, Anda bisa mencoba cara-cara kreatif dengan mengadakan acara promo yang dapat menarik pelanggan.

Kapan Harus Banting Stir

Walaupun tidak selalu menjadi solusi yang tepat, ada saatnya Anda harus memikirkan tentang kemungkinan meninggalkan bisnis lama dan menggantinya dengan bisnis baru. Misalnya masalah yang dihadapi adalah jauhnya lokasi usaha dengan bahan pasokan. Anda tidak bisa menghadirkan barang dengan cepat. Biaya transportasi dan distribusi pun mahal. Tentunya jika bisnis ini dilanjutkan, kemungkinan untuk meningkatkan profit sangat kecil. Untuk hal ini, banting stir sepertinya ide yang lebih baik daripada mempertahankannya. Namun harus digaribawahi bahwa memulai bisnis baru tidak semudah membalik telapak tangan. Anda harus mempunyai visi dan misi yang jelas.


Share on Google Plus

About nanda fr

Selamat datang di Portal Bisnis Bersama Temukan berbagai info menarik dan asik untuk di simak,Kami memberikan semua informasi menarik, terupdate, dan yang sedang banyak di bicarakan saat ini